Senin, 30 Juli 2012

Perang Tani di Jerman Friedrich Engels(1850)

[5] KATA PENGANTAR DARI ENGELS UNTUK EDISI KEDUA Karya ini ditulis di London dalam musim panas tahun 1850, di bawahpengaruh yang jelas dari kaum kontra-revolusi, yang baru sajadiselesaikan. Karya ini muncul pada tahun 1850 dalam terbitan ke-5dan ke-6 dari Neue Rheinische Zeitung, sebuah majalah ekonomipolitik yang dieditori oleh Karl Marx di Hamburg. Teman-temanpolitik saya di Jerman ingin melihatnya dalam bentuk buku, dandengan ini saya memenuhi keinginan itu, karena, sayangnya, masalahitu masih saja menarik perhatian dalam ketepatan waktu.Karya ini tidak dimaksudkan untuk menyajikan bahan-bahan yangterkumpul secara terpisah. Sebaliknya, semua bahan yang adahubungannya dengan pemberontakan petani dan Thoman Muenzertelah diambil dari karya Zimmermann yang bukunya, meskipunmenunjukkan lubang-lubang di sana-sini, namun masih merupakansajian terbaik dari fakta itu. Lagi pula, Zimmermann tua sangatmenyukai masalah ini. Insting revolusioner yang sama, yang di sinimembuatnya menjadi pembela kelas-kelas tertindas, belakangan jugatelah membuatnya menjadi salah seorang tokoh sayap kiri ekstremterbaik di Frankfurt.Meskipun demikian, apabila penyajian kembali dari Zimmermann itukurang memiliki pertalian internal, apabila ia tidak berhasil dalammenunjukkan kontroversi politik maupun agama pada jaman itusebagai pencerminan dari perjuangan kelas yang terjadi secaraserentak,
apabila ia memandang perjuangan kelas hanya antara parapenindas dan yang ditindas, antara baik dan buruk, dan kemenanganakhir ada di pihak yang jahat, apabila pandangannya yang mendalampada kondisi sosial yang yang menentukan pecahnya pergulatan itu beserta hasil akhirnya yang luar biasa buruknya, maka hal itumerupakan kesalahan jamannya ketika buku itu muncul. Meskipundemikian, untuk jamannya, dan di antara karya-karya idealistis diJerman tentang sejarah, karya itu masih tetap tampak menonjolkarena ditulis dengan suasana hati yang sangat realistis.Buku ini, meskipun hanya menyajikan arus sejarah perjuangan secaragaris besarnya saja, tetapi juga akan memberikan penjelasan tentangasal mula perang tani itu, sikap berbagai kelompok yang munculdalam perang, teori-teori politik dan agama di mana kelompok-kelompok itu berjuang keras untuk menjelaskan posisi merekamasing-masing, dan akhirnya, hasil pergulatan itu sendiri sepertiditentukan oleh kondisi kehidupan sosio-historisnya, untuk [6] menunjukkan konstitusi politik Jerman pada waktu itu,pemberontakan untuk melawannya, dan untuk membuktikan bahwateori-teori politik dan agama bukanlah merupakan penyebabnya,tetapi merupakan hasil dari tahap perkembangan pertanian, industri,tanah dan terusan air, perdagangan dan keuangan, yang muncul pada waktu itu di Jerman. Hal ini, yang merupakan satu-satunya konsepmaterialisme dan histori, berasal, bukan dari diri saya sendiri, tetapidari Marx, dan dapat dijumpai dalam karyanya tentang RevolusiPrancis tahun 1848-9, yang diterbitkan dalam majalah yang sama,dan dalam karyanya “ Brumaire ke-18 tentang Louis Bonaparte .”Persamaan antara Revolusi Jerman tahun 1525 dan Revolusi Prancistahun 1848-9 sudah terlalu sangat jelas sehingga dapat ditinggalkanseluruhnya tanpa perlu diperhatikan lagi. Meskipun demikian, bersama-sama dengan peristiwa-peristiwa dalam kedua kasus itu,seperti misalnya, penumpasan oleh pasukan-pasukan dari parapangeran terhadap salah satu pemberontakan setelah pemberontakan yang lainnya, bersama-sama dengan perumpamaan yang kadang-kadang lucu pada tingkah laku kelas menengah kota, maka perbedaanitu menjadi sangat jelas.“Siapa yang mendapat keuntungan dari Revolusi tahun 1525 itu? Parapangeran. Siapa yang mendapat keuntungan dari Revolusi tahun 1848itu? Para pangeran besar Austria dan Prusia. Di belakang parapangeran tahun 1525, berdirilah kelas menengah bawah di kota-kota, yang dibelenggu dengan alat berupa pajak. Di belakang para pangeran besar tahun 1850, berdirilah borjuasi besar modern, yang dengancepat menaklukkan mereka dengan alat berupa utang negara. Di belakang borjuasi besar, berdirilah kaum proletar.”Saya minta maaf karena dalam paragraf ini saya telah menyebutkanterlalu banyak penghargaan yang diberikan kepada borjuasi Jerman.Memang sebenarnyalah, mereka mempunyai kesempatan untuk “dengan cepat menaklukkan” kekuasaan monarki dengan alat berupautang negara. Dulu, tidak pernah mereka memanfaatkan kesempatanseperti ini. Austria jatuh sebagai anugerah ke pangkuan borjuasi seusai perangtahun 1866, tetapi borjuasi tidak memahami bagaimana caranyamemerintah. Hanya ada satu hal yang mampu dilakukan: yaitu,menyerbu para pekerja begitu mereka mulai mengendalikanpemerintahan. Dan mereka masih dapat memegang kendali hanyakarena orang-orang Hongaria memerlukannya. [7] Dan di Prusia? Sesungguhnyalah, utang negara telah meningkatdengan pesat. Defisitnya telah menjadi sifat yang permanen.Pengeluaran negara terus bertambah, selama bertahun-tahun.Borjuasi memiliki mayoritas di Dewan. Tidak ada pajak yang dapatdinaikkan dan tidak ada utang yang dapat dibuat tanpa persetujuanmereka. Tetapi di manakah kekuasaan mereka dalam Negara? Hal itu baru terjadi beberapa bulan yang lalu, ketika deficit tampak dengan jelas, sehingga lagi-lagi mereka mendapatkan kedudukan yang palingmenguntungkan. Mereka seharusnya dapat memperoleh konsesi yangsangat besar dengan cara mempertahankan keadaan itu. Lalu bagaimanakah reaksi mereka? Ternyata mereka menganggap konsesiitu sudah mencukupi ketika pemerintah mengijinkan merekamenyerahkan sembilan juta, tidak hanya untuk satu tahun saja, tetapiuntuk dikumpulkan setiap tahun tanpa batas.Saya tidak ingin menyalahkan “kaum nasionalis liberal” di Dewansecara lebih banyak daripada yang semestinya. Saya tahu bahwamereka telah ditinggalkan oleh massa yang berdiri di belakangmereka, oleh massa borjuasi. Massa ini tidak ingin memerintah.Sehingga tahun 1848 masih ada di dalam tulang-tulangnya.Tentang mengapa borjuasi Jerman telah mengembangkan watak yangluar biasa ini, hal itu akan kita diskusikan di belakang nanti.Meskipun demikian, pada umumnya, kutipan di atas secara sempurnatelah terbukti benar. Mulai tahun 1850, negara-negara kecilsenantiasa mengalami kemunduran, sehingga hanya berfungsisebagai pendongkrak bagi berbagai intrik Prusia maupun Austria. Austria dan Prusia terlibat dalam pergulatan yang semakin hebatdalam memperebutkan keunggulan mereka. Akhirnya, benturan yangmenakutkan itu pun terjadilah pada tahun 1866. Austria, dengantetap mempertahankan semua provinsinya, berhasil menaklukkan, baik secara langsung maupun secara tidak langsung, seluruh Prusia bagian utara, sambil membiarkan nasib tiga negara di selatan tetapterkatung-katung di udara. Dalam semua aktivitas besar dari negara-negara itu, hanya yang berikut ini yang istimewa pentingnya bagikelas pekerja Jerman.Pertama, bahwa hak pilih secara universal telah memberikankekuasaan kepada para pekerja untuk secara langsung diwakili didalam dewan-dewan legislatif.Kedua, bahwa Prusia telah memberikan contoh yang baik denganmencaplok tiga buah mahkota raja berkat kasih Tuhan. Bahwa setelahpelaksanaan operasi ini, mahkotanya sendiri juga tetap [8] dipertahankan berkat kasih Tuhan, dengan kemurnian yang samaseperti yang dinyatakannya sendiri, sehingga kaum nasionalis liberalsekali pun tidak mempercayainya lagi.Ketiga, bahwa hanya ada satu musuh Revolusi yang serius di Jermanpada saat sekarang ini — yaitu, pemerintah Prusia.Keempat, bahwa Austria-Jerman sekarang akan terpaksa bertanyakepada diri mereka sendiri tentang apa yang sebenarnya merekainginkan, menjadi orang Jerman atau Austria, kepada siapa merekaingin bersandar, ke Jerman atau ke tambahannya yang luar biasa berupa transleithania itu. Tampaknya sudah jelas untuk waktu yanglama bahwa mereka melepaskan yang satu atau yang lainnya.Meskipun demikian, hal ini terus saja ditutup-tutupi oleh demokrasi borjuis kecil.Mengenai kontroversi lainnya yang penting di seputar tahun 1866 yang dibahas secara mendalam di antara “kaum nasionalis liberal”dan partai rakyat secara berlebihan dan menjadi sangat memuakkan,maka semuanya itu beberapa tahun kemudian akan menunjukkan bahwa dua pandangan ini bergulat dengan sengitnya hanya karenamereka ada di kutub yang berlawanan dari kebodohan yang sama.Dalam kondisi sosial di Jerman, tahun 1866 nyaris tidak mengubahapa pun. Ada beberapa reformasi borjuis: menyeragamkan takarandan timbangan, kemerdekaan bergerak, kemerdekaan perdagangan,dsb. — yang semuanya ada dalam batas-batas yang sesuai dengan birokrasi, bahkan tidak sampai pada apa yang telah beberapa waktulamanya dimiliki oleh beberapa negara Eropa barat lainnya, danmembiarkan kejahatan yang utama, yaitu sistem konsesi birokratis,tetap tak tergoyahkan. Mengenai proletariat, kemerdekaan bergerak,dan tentang kewarganegaraan, penghapusan paspor dan pembuatanundang-undang lainnya yang serupa, semuanya itu menjadi ilusi belaka, sehingga menyesatkan, akibat praktek polisi yang sekarangini. Yang jauh lebih penting daripada gerakan-gerakan besar yangdilakukan oleh negara dalam tahun 1866 adalah pertumbuhanperdagangan dan industri Jerman, kereta api, telegraf, dan pelayarankapal uap samudera sejak tahun 1848. Kemajuan ini mungkin masihtertinggal jika dibandingkan dengan Inggris atau bahkan Prancis,tetapi hal itu tidak terdengar untuk Jerman, dan telah melakukanlebih banyak lagi selama dua puluh tahun jika dibandingkan dengan yang mungkin dilakukan sebelumnya dalam seabad. Jerman telahterseret, secara serius dan tidak dapat dicabut kembali, ke dalam [9] perdagangan dunia. Modal yang diinvestasikan ke dalam industritelah menjadi berlipat ganda dengan pesatnya. Posisi borjuasimenjadi membaik seiring dengan kemajuan ini. Tanda yangmeyakinkan dari kemakmuran industri — yaitu, spekulasi — telah berkembang menjadi kaya raya, para pangeran dan para bangsawandibelenggu dalam kereta kemenangannya. Modal Jerman sekarangmembangun kereta api Rumania dan Rusia, padahal, baru lima belastahun yang lalu, kereta api Jerman pergi untuk mengemis kepadapara pengusaha Inggris. Kemudian, bagaimana mungkin borjuasitidak memenangkan kekuasaan politik, dan berperi laku begitupengecutnya terhadap pemerintah?Inilah kemalangan borjuasi Jerman yang datang terlalu terlambat —sehingga menjadi sangat cocok dengan tradisi Jerman yang tercintaitu. Periode kenaikannya bersamaan dengan waktu ketika borjuasi dinegara-negara Eropa barat lainnya secara politis menempuh jalan yang menurun. Di Inggris, borjuasi dapat menempatkan wakilnya yang sebenarnya, Bright, ke dalam pemerintahan hanya denganmemperluas hak pilih yang dalam jangka panjangnya pasti akanmengakhiri dominasinya yang mutlak. Di Prancis, borjuasi, yanghanya selama dua tahun, yaitu tahun 1949-50, telah mendapatkankekuasaan sebagai sebuah kelas di bawah rezim republiken, mampumelanjutkan keberadaan sosialnya hanya dengan memindahkankekuasaannya ke Louis Bonaparte dan pasukannya. Di bawah kondisisaling ketergantungan yang meningkat luar biasa dari ketiga negaraEropa yang paling progresif sekarang ini, maka lebih tidak mungkinlagi bagi borjuasi Jerman untuk secara luas menggunakan kekuasaanpolitiknya sementara kelas yang sama itu juga dapat hidup lebih lamadi Inggris dan Prancis. Ini merupakan suatu kekhususan bagi borjuasi, yang membedakannya dari semua kelas yang lainnya, bahwasatu titik tertentu telah dicapai dalam perkembangannya yang setelahsetiap peningkatan dalam kekuasaannya, yaitu, setiap pembesaranmodalnya, hanya cenderung akan membuatnya semakin tidak mampumempertahankan dominasi politiknya. “ Di belakang borjuasi besar berdirilah kaum proletar .” Ketika mengembangkan industrinya,perdagangannya, dan sarana komunikasinya, borjuasi jugamenghasilkan proletariat. Pada suatu titik tertentu, yang seharusnyatidak perlu muncul secara serentak dan pada tahap perkembangan yang sama di mana-mana, ia mulai mencatat bahwa dirinya yangkedua ini telah menjadi lebih besar daripada dirinya. Sejak saat itu, iakehilangan kekuasaan untuk dominasi politiknya yang eksklusif.Sehingga ia mulai mencari sekutu untuk berbagi kekuasaan, atau [10] untuk menyerahkan semua kekuasaan, apabila keadaannya memangmenuntut demikian.Di Jerman, titik balik ini tiba untuk borjuasi sudah sejak tahun 1848.Tetapi borjuasi menjadi ketakutan, tidak hanya terhadap proletariatJerman, tetapi lebih-lebih terhadap proletariat Prancis. Perang bulanJuni, tahun 1848, di Paris, menunjukkan kepada borjuasi apa yangdapat diperkirakan bakal terjadi. Proletariat Jerman cukup gelisahuntuk membuktikan kepada borjuasi bahwa benih revolusi telahditebarkan pula di tanah Jerman. Sejak hari itu, sisi dari aksi politik borjuasi telah patah. Borjuasi mencari-cari sekutu. Ia menjual dirinyasendiri kepada sekutu-sekutu itu dengan harga berapa pun, dan tetapdemikian itulah yang terjadi.Sekutu-sekutu ini semuanya berubah menjadi reaksioner. Merekaatau sekutu ini adalah kekuasaan raja, dengan pasukannya dan birokrasinya, mereka adalah para bangsawan besar, mereka adalahkaum Junker kecil; bahkan mereka adalah juga para pastor. (KaumJunker = kaum bangsawan muda Jerman.) Borjuasi telah membuat begitu banyak perjanjian dan perserikatan dengan semuanya ituuntuk menyelamatkan kulitnya yang berharga, sehingga ia sekarangtidak perlu lagi melakukan barter. Dan semakin berkembangnyaproletariat yang membuatnya semakin merasa sebagai satu kelas yangharus bertindak dengan satu tindakan pula, maka menjadi semakinlemah pulalah borjuasi itu jadinya. Ketika Prusia, yang strateginyamenakjubkan buruknya, ternyata mendapatkan kemenangan atas Austria, yang strateginya lebih menakjubkan lagi buruknya, diSadowa, maka sulitlah untuk mengatakan siapa yang menarik nafaslega yang lebih dalam, apakah borjuasi Prusia, yang menjadi partnerpada kekalahan di Sadowa itu, atau rekannya di Austria.Kelas menengah atas kita tahun 1870 juga berbuat dengan cara yangsama dengan kelas menengah moderat tahun 1525 ini. Mengenai borjuasi kecil, para tukang ahli, dan para pedagang, mereka ini tetaptidak berubah. Mereka ini semuanya berharap untuk meningkatmenjadi borjuasi besar, sehingga mereka ini menjadi ketakutan,kecuali jika mereka ini terdesak turun dan menjadi bagian dari kelasproletariat. Karena ada di antara ketakutan dan harapan, makamereka ini kadang-kadang berjuang untuk menyelamatkan kulitnya yang sangat berharga dan bergabung dengan para pemenang jikapergulatan itu usai. Begitulah watak mereka ini.Kegiatan sosial dan politik dari proletariat mempunyai kecepatan yang sama dengan kecepatan dari pertumbuhan industri sejak tahun1848. Peranan para pekerja Jerman, seperti yang dinyatakan dalam [11] serikat pekerja mereka, termasuk dalam rapat umum, organisasipolitik, dan asosiasi mereka, pada pemilihan umum, dan dalam apa yang disebut Reichstag (Majelis atau Dewan) itu saja, sudah cukupmenjadi petunjuk adanya transformasi yang datang memasukiJerman selama dua puluh tahun terakhir ini. Dengan demikian,pantaslah untuk mendapatkan pujian, karena dengan sendirian saja,para pekerja Jerman ini mampu mengirimkan para pekerjanya danpara wakil pekerjanya ke parlemen — yaitu, suatu prestasi yangsampai sekarang belum pernah dicapai, baik di Inggris maupun diPrancis.Meskipn demikian, bahkan proletariat pun menunjukkan suatukesamaan dengan tahun 1525. Kelas-kelas dari penduduk yangsepenuhnya dan secara permanen tergantung hidupnya pada upah itusekarang, seperti pada waktu itu, masih merupakan minoritas dikalangan rakyat Jerman. Kelas ini juga terpaksa mencari sekutu. Yang belakangan ini (sekutu itu) hanya dapat diketemukan di kalangan borjuasi kecil, proletariat tingkat rendah di kota-kota, para petanikecil, dan para buruh tani.Mengenai borjuasi kecil telah disebutkan di atas. Kelas ini sama sekalitidak dapat diandalkan apabila kemenangan telah diperoleh. Karenapada waktu itulah, suara hiruk pikuk mereka di tempat minum birtidak mengenal batas waktu. Meskipun demikian, ada juga unsur-unsur yang baik di kalangan mereka, yang atas kemauan merekasendiri, mengikuti para pekerja.Sedangkan lumpenproletariat, yaitu, sampah masyarakat atau unsur-unsur busuk dari semua kelas, yang mendirikan tempat-tempattinggal seadanya di kota-kota besar, merupakan yang terburuk darisemua sekutu yang memungkinkan. Mereka ini benar-benarmerupakan penjahat bayaran, benar-benar merupakan kelompok yang kurang ajar. Jika para pekerja Prancis, selama berlangsungnyarevolusi, menggoreskan di dinding rumah-rumah: Mort aux voleurs!(Bunuh para pencuri!) dan bahkan menembak mati dalam jumlah banyak, dan mereka melakukannya, bukan karena bersemangatterhadap harta atau hak milik, tetapi karena mereka secara tepatmenganggapnya perlu untuk menjauhi gerombolan itu. Setiappimpinan buruh, sekali pun hanya menggunakan kaum proletarselokan ini sebagai pengawal atau pendukung saja, sudahmembuktikan dirinya sebagai pengkhianat terhadap gerakan buruh.Para petani kecil (sedangkan para petani kaya digolongkan sebagai borjuasi) tidak homogen. Mereka ini, baik yang hidup dalamperhambaan atau perbudakan karena terikat pada majikan dan [12] bangsawan yang memilikinya, maupun karena borjuasi telah gagalmenjalankan tugasnya dalam membebaskan orang-orang itu dariperbudakan, tidak akan sulit untuk diyakinkan bahwa keselamatanitu, bagi mereka, hanya dapat diharapkan dari kelas pekerja.Demikian pula halnya dengan mereka yang menjadi penyewa, yangkeadaannya nyaris sama dengan yang terjadi di Irlandia. Uangsewanya begitu tinggi, sehingga, bahkan pada musim panen yangnormal sekali pun, petani dan keluarganya ini nyaris tidak dapatmencukupi kehidupan minimumnya; sedangkan di musim panen yang buruk, ia benar-benar kelaparan. Apabila ia tidak mampumembayar uang sewanya, maka nasibnya benar-benar ada di bawah belas kasihan tuan tanahnya. Sedangkan borjuasi, baru terpikir untuk memberikan bantuan, kalau sudah dipaksa. Kalau begitu, ke manakahpara penyewa ini harus mencari bantuan di luar para pekerja? Ada kelompok petani lainnya, yaitu mereka yang memiliki sebidangtanah yang sempit. Dalam banyak hal, mereka ini begitu terbebanidengan hipotek (semacam tanggungan / jaminan untuk pinjaman /utang) sehingga ketergantungan mereka kepada lintah darat samadengan ketergantungan penyewa tanah kepada tuan tanahnya. Apa yang mereka peroleh itu praktis hanya merupakan upah yang sangatkecil, dan yang menjadi sangat tidak menentu akibat silih bergantinyapanen yang buruk dan yang baik itu. Orang-orang ini sedikit puntidak dapat berharap mendapatkan apa pun dari borjuasi, karena borjuasilah — yang di sini berwujud sebagai kapitalis lintah darat — yang memeras darah kehidupan mereka. Meskipun demikian, parapetani ini masih saja melekat pada tanah miliknya, walaupun dalamkenyataannya tidak lagi menjadi miliknya, tetapi menjadi milik lintahdarat itu. Kepada orang-orang ini perlu dijelaskan bahwa hanya suatupemerintahan dari rakyat sajalah yang dapat mengubah semuahipotek atau utang itu menjadi utang negara, dan dengan jalan itu bunga utang atau uang sewa pun dapat diturunkan, sehingga merekapun dapat membebaskan diri mereka dari para lintah darat. Akantetapi, hal ini baru akan dapat dilaksanakan dengan baik hanya olehkelas pekerja saja.Di mana pun pemilik tanah besar dan menengah tampak menonjol, disitu pula buruh tani merupakan kelas yang paling banyak jumlahnya.Kasus seperti inilah yang terdapat di seluruh Jerman bagian utara dantimur, sehingga di sini pulalah para pekerja industri di kota dapatmenemukan sekutu alami mereka yang paling banyak. Demikian pulahalnya dengan kapitalis yang berlawanan dengan kaum pekerjaindustri, tuan tanah besar atau penyewa tanah besar berlawanan [13] dengan buruh tani. Tindakan yang dapat membantu yang satu harus juga dapat membantu yang lain. Para pekerja industri dapatmembebaskan diri mereka sendiri hanya dengan mengubah modal borjuasi, yaitu, bahan mentah, mesin, dan alat-alat, bahan makanan yang diperlukan untuk industri, menjadi milik sosial, milik merekasendiri, untuk mereka gunakan secara bersama-sama. Begitu pulahalnya, para buruh tani dapat dibebaskan dari kesengsaraannya yangsangat buruk itu hanya ketika sasaran kerja utama mereka, yaitutanah itu sendiri, ditarik dari kepemilikan pribadi para petani kayadan para bangsawan feodal yang lebih besar lagi, dan diubah bentuknya menjadi milik sosial untuk digarap melalui asosiasi buruhtani berdasarkan kepentingan bersama. Dan di sinilah kita sampaipada keputusan Kongres Sosialis Internasional di Basel (Swiss).Untuk kepentingan masyarakatlah pengubahan kepemilikan tanah inimenjadi milik nasional untuk kepentingan umum. Keputusan inidibuat terutama untuk negara-negara dengan kepemilikan tanah yang besar, dengan perusahaan pertanian yang besar, dengan satu majikandan banyak buruh tani dalam setiap tanah hak milik. Kondisi sepertiinilah yang masih menonjol di Jerman, dan di samping Inggris,keputusan itu merupakan yang paling tepat waktu untuk Jerman.Proletariat di daerah pertanian, yaitu para buruh tani, merupakankelas yang anggotanya banyak dikerahkan untuk menjadi tentarapasukan milik para pangeran yang jumlah perajuritnya sangat baanyak itu. Inilah kelas yang, berkat hak pilih universalnya, dapatmengirimkan ke dalam parlemen massa yang besar dari kaum Junkerdan para majikan feodal. (Kaum Junker = kaum bangsawan mudaJerman.) Meskipun demikian, mereka juga merupakan kelas yangpaling dekat dengan para pekerja industri di kota. Mereka juga sama-sama memiliki kondisi hidup, yang bahkan masih jauh lebih sengsara jika dibandingkan dengan para pekerja di kota. Meskipun menjaditidak berdaya karena terpecah dan berserakan, namun kelas inimemiliki kekuatan tersembunyi yang sangat terkenal di kalanganpemerintah dan kaum bangsawan sehingga mereka dengan sengajamembiarkan sekolah-sekolah mengalami kemerosotan agarpenduduk pedesaan tetap tidak mendapatkan pencerahan, sehinggaharus dibangkitkan agar hidup dan ditarik masuk ke dalam gerakan buruh. Ini merupakan tugas yang paling mendesak dari gerakan buruh Jerman. Sejak hari ketika massa buruh tani dapat memahamikepentingan mereka sendiri, maka pemerintahan feodal, birokratis,dan borjuis, yang reaksioner akan menjadi tidak mungkin ada di [14] KATA PENGANTAR DARI ENGELS TAMBAHAN Kalimat-kalimat berikut ini ditulis lebih dari empat tahun yang lalu,tetapi isinya masih tetap berlaku sampai sekarang. Apa yang benarsetelah Sadowa dan pembagian Jerman ternyata juga ditegaskansetelah Sedan dan berdirinya Kekaisaran Jerman Suci darikebangsaan Prusia. Sesungguhnya kecil saja kegiatan“mengguncang dunia” dari negara-negara di dalam lingkungan yangdisebut politik besar dalam posisi mengubah kecenderunganperkembangan sejarah itu.Apa yang disebut kegiatan besar dari negara-negara yang ada dalamposisi untuk menyelesaikan sebaik-baiknya masalah itu adalahmempercepat tempo gerakan sejarah tersebut. Dalam hal ini, parapemrakarsa peristiwa-peristiwa “ mengguncang dunia ” yang disebutdi atas telah mendapat sukses secara tidak disengaja yang bagimereka sendiri tampaknya sangat tidak diinginkan, tetapi,bagaimana pun juga, mereka terpaksa harus ikut melakukan tawar-menawar, dengan hasil yang lebih baik maupun lebih buruk.Perang tahun 1866 telah mengguncang Prusia sampai ke fondasi-fondasinya. Setelah tahun 1848 ternyata sulit membawa unsurindustri yang bersifat memberontak dari provinsi-provinsi di barat,baik kaum borjuis maupun kaum proletar, di bawah disiplin yanglama. Meskipun demikian, bagaimana pun, hal ini dapatdilaksanakan dengan baik, dan kepentingan Junker (kaum bangsawamuda Jerman) dari provinsi-provinsi di timur, bersama-sama denganmereka yang ada di dalam pasukan tentara, lagi-lagi menjadidominan di negara itu. Dalam tahun 1866, hampir seluruh Jermanbarat laut menjadi Prusia. Selain luka moral yang tak tersembuhkanpada mahkota raja Prusia, yang dalam kenyataannya kerajaan itutelah mencaplok tiga buah mahkota raja lainnya berkat kasih Tuhan,namun pusat gravitasi kerajaan tersebut terus bergerak jauh lebih kebarat. Empat juta orang Rhineland dan Westphalia itu diperkuat,pertama-tama, oleh empat juta orang Jerman yang dianeksasi ataudicaplok melalui Aliansi Jerman Utara secara langsung, dankemudian oleh enam juta orang lainnya yang dianeksasi secara tidak langsung. Meskipun demikian, dalam tahun 1870, delapan juta [15] orang Jerman barat daya ditambahkan, sehingga, dalam “kerajaanbaru” itu, empat belas setengah juta orang Prusia lama (semuaprovinsi Elba Timur yang berjumlah enam buah, yang di antaranyaada dua juta orang Polandia) dihadapi oleh dua puluh lima jutaorang yang sudah lama melampaui feodalisme Junker Prusia lama.Dengan demikian, terjadilah kemenangan-kemenangan yangsebenarnya dari pasukan Prusia itu menggantikan seluruh fondasibangunan negara Prusia, sehingga dominasi kaum Junker-nyamenjadi tak tertahankan lagi, bahkan untuk pemerintah itu sendiri.Meskipun demikian, pada waktu yang sama, pergulatan antara kaumborjuis dan kaum pekerja yang menjadi tak terelakkan akibatpertumbuhan industri yang tergesa-gesa itu mendesak ke belakangpergulatan antara kaum Junker dan kaum borjuis, sehingga fondasisosial di bagian dalam dari negara yang lama itu mengalamitransformasi atau perubahan bentuk yang sempurna. Sejak tahun1840, kondisi yang memungkinkan adanya kerajaan yang semakinmembusuk itu merupakan pergulatan antara kaum bangsawan dankaum borjuis, di mana kerajaan masih dapat mempertahankankeseimbangannya. Akan tetapi, sejak saat itu, ketika sudah tidak adalagi masalah melindungi kaum bangsawan terhadap kaum borjuis,tetapi melindungi semua kelas terhadap kelas pekerja, maka kaummonarki absolut atau pihak kerajaan yang menginginkan kekuasaanmutlak terpaksa harus berubah ke bentuk negara yang jelas-jelasdirekayasa untuk tujuan yang khusus ini — yaitu, monarkiBonapartis atau kerajaan à la Napoleon Bonaparte. Perubahan Prusiake arah Bonapartisme ini telah saya diskusikan di tempat lainnya( Woknungsfrage ). Yang tidak saya beri tekanan di sana, dan yangsangat penting dalam hubungan ini, adalah bahwa perubahan inimerupakan kemajuan terbesar yang dicapai oleh Prusia setelah tahun1948, yang hanya menunjukkan betapa terbelakangnya Prusia itu jika dipandang dari sudut perkembangan modern. Sudah merupakansuatu kenyataan bahwa negara Prusia itu masih merupakan negarasemi feodal, di mana Bonapartisme, dalam keadaan apa pun,merupakan bentuk negara modern yang menyiratkan hapusnyafeodalisme. Dengan demikian, Prusia harus memutuskan untuk menyingkirkan sisa-sisa feodalisme yang sangat banyak itu, dan sekaligus juga mengorbankan kejunkerannya (kebangsawanan muda [16] Jerman-nya). Hal ini, tentu saja, dilakukan dalam bentuk yangselembut mungkin, dan dengan nada lagu kesayangannya,“Senantiasa ke depan dengan pelan-pelan.” Sebuah contoh daripekerjaan “reformasi” semacam itu adalah organisasi distrik yangsangat terkenal jahatnya itu, yang, setelah menghapuskan hak istimewa feodal dari setiap individu Junker yang ada hubungannyadengan tanah hak miliknya, kemudian mengembalikannya kepadamereka sebagai hak istimewa yang khusus dari para pemilik tanahbesar dalam hubungannya dengan distrik itu secara keseluruhan.Dengan demikian, substansi atau unsurnya masih tetap ada. Hanyasaja, substansi itu sekarang diterjemahkan dari dialek feodal kedalam dialek borjuis. Jadi, Junker Prusia lama itu ditranformasikanatau diubah bentuknya menjadi sesuatu yang sekeluarga dengan‘ squire ’ (pembantu ksatria) dalam bahasa Inggris. Dalam hal ini,Sang Junker itu tidak perlu melakukan banyak perlawanan, karenamereka ini sama bodohnya dengan yang lain.Dengan demikian, ini merupakan prestasi khusus dari Prusia yangtidak hanya mendorong sampai ke puncaknya, pada akhir abad ini,revolusi borjuisnya yang dimulai tahun 1808-13 dan berlanjut terusdalam tahun 1848, tetapi juga mendorong sampai ke puncaknyadalam bentuk Bonapartisme yang sekarang. Apabila segalasesuatunya berjalan mulus, dan dunia ini tetap manis serta tenang,dan kita semua dapat mencapai usia yang cukup tua, maka kitamungkin akan masih tetap hidup untuk menyaksikan — kira-kirapada tahun 1900 — pemerintah Prusia akan benar-benar melepaskansemua institusi feodalnya, sehingga Prusia akhirnya mencapai titik di mana Prancis berdiri dalam tahun 1792.Berbicara tentang segi positifnya, maka penghapusan feodalisme itusama artinya dengan memperkenalkan kondisi borjuasi. Dalamtindakan itu, besamaan dengan lenyapnya hak-hak istimewa kaumbangsawan, maka pembuatan undang-undang pun menjadi semakinbersifat borjuis. Di sini, lagi-lagi, kita bertemu dengan titik utamayang menjadi bahan pembicaraan, yaitu sikap borjuasi Jermanterhadap pemerintah. Kita telah melihat bahwa pemerintahmempunyai kewajiban untuk memperkenalkan reformasi kecil-kecilan secara pelan-pelan ini, tetapi dalam hubungannya dengan [17] borjuasi, pemerintah melukiskan konsesi-konsesi kecil ini sebagaipengorbanan yang menguntungkan borjuasi. Karena konsesi-konsesiitu dihasilkan oleh raja dengan susah payah dan penuh kesakitan,maka borjuasi pun, sebaliknya, juga harus memberikan sesuatukepada pemerintah. Sebaliknya, borjuasi, meskipun sadar betul akankeadaan ini, membiarkan dirinya dibodohi. Inilah sumberpersetujuan tanpa kata yang merupakan dasar dari semua perdebatandi Reichstag (Majelis) dan Dewan. Di satu pihak, pemerintahmereformasi undang-undang untuk kepentingan borjuasi dengantempo secepat siput; dengan menghilangkan berbagai hambatanterhadap industri yang muncul dari berlipatgandanya negara-negarakecil; menciptakan kesatuan mata uang, takaran dan timbangan;memberikan kebebasan perdagangan, dsb.; menganugerahkankebebasan bergerak; menempatkan tenaga pekerja Jerman padapemakaian modal yang tak terbatas; menciptakan kondisi yangmenguntungkan untuk perdagangan dan spekulasi. Di lain pihak,borjuasi menyerahkan semua kekuasaan politik yang sesungguhnyake tangan pemerintah; dengan memberikan suara untuk pajak,pinjaman, dan perekrutan; ikut memberikan kerangka pada undang-undang reformasi yang baru di mana kekuasaan polisi yang lamaatas individu-individu yang tidak diinginkan akan tetap berkuasapenuh. Dengan demikian, borjuasi membeli emansipasi sosialgradualnya dengan harga lepasnya kekuasaan politiknya seketika itu juga. Tentu saja, motif yang memungkinkan diterimanyapersetujuan seperti itu oleh borjuasi adalah bukan karena takutkepada pemerintah, tetapi karena takut kepada proletariat.Begitu menyedihkannya borjuasi ini dalam dunia politik, sehinggatidak dapat disangkal bahwa sejauh ada hubungnnya dengan industridan perdagangan,maka borjuasi dapat memenuhi kewajibansejarahnya. Pertumbuhan industri dan perdagangn yang telahdisebutkan dalam kata pengantar pada edisi kedua itu masih terusberlangsung bahkan dengan kekuatan yang lebih besar. Apa yangterjadi di kawasan industri Rhine-Westphalia sejak tahun 1869 itubelum pernah terjadi sebelumnya, sehingga hal itu mengingatkanorang akan pertumbuhan yang cepat di distrik-distrik perpabrikan diInggris pada awal abad ini. Hal yang sama akan terjadi pula diSaxon dan Silesia Hulu, di Berlin, Hanover, dan negara-negara di [18] selatan. Akhirnya kita memiliki perdagangan dunia, suatu industriyang benar-benar besar, dan borjuasi yang benar-benar modern.Tetapi kita juga memiliki krisis yang sebenarnya, dan kita memilikiproletariat yang benar-benar kuat. Bagi sejarawan Jerman di masadepan, gelora perang tahun 1859-64 di medan pertempuran Spicheren, Mars la Tour , Sedan, dan lain-lainnya, akan menjadi jauh kurang pentingnya jika dibandingkan dengan perkembanganproletariat Jerman yang tenang, tidak berpura-pura, dan senantiassabergerak maju. Segera setelah tahun 1870, para pekerja Jermanberdiri di depan percobaan yang berat — provokasi perangBonapartis dan kelanjutannya yang alami, yaitu antusiasme umumyang bersifat nasional di Jerman. Para pekerja Jerman tidak bolehmembiarkan dirinya terkena ilusi sedetik pun. Janganlah setitik punchauvisme (rasa nasionalisme sempit) muncul di kalangan mereka.Di tengah keadaan gila kemenangan pun, mereka harus tetap tenang,untuk menuntut “perdamaian yang adil dengan Republik Prancis danmencegah pencaplokan,” dan bahkan dalam keadaan perang yangtelah diumumkan sekali pun tidak boleh membuat mereka bungkam.Tidak boleh mereka tertarik oleh semboyan kemenangan perang,maupun ungkapan yang berarti ‘kejayaan kerajaan’ Jerman sekalipun. Satu-satunya tujuan mereka haruslah tetap tidak berubah, yaitupembebasan proletariat di seluruh Eropa. Kita dapat mengatakandengan kepastian yang penuh bahwa tidak ada negara yang parapekerjanya mampu berdiri menghadapi ujian yang sulit itu denganhasil yang begitu bagus.Keadaan perang pada masa perang selalu diikuti dengan pengadilanterhadap pengkhianatan, lèse majesté, dan pelanggaran para perwiraserta kekejaman polisi yang semakin meningkat dalam masa damai.‘The Volksstaat’ memiliki tiga atau empat editornya yang dipenjarasecara serentak; Koran-koran lainnya juga memiliki perbandinganyang sama. Setiap juru bicara partai yang terkenal harus menghadapipengadilan sekurang-kurangnya sekali setahun, dan biasanyadinyatakan bersalah. Deportasi (pengusiran), konfiskasi (penyitaan),dan supresi atau pembubaran rapat, dengan cepat susul-menyusulsatu sama lain, tetapi semuanya itu tidak ada gunanya. Meskipundemikian, tempat yang ditinggalkan oleh setiap orang yangdipenjara atau diusir akan segera diisi oleh yang lainnya. Sebab, jika [19] ada satu pertemuan yang dibubarkan, maka dua pertemuan yanglainnya akan menggantikannya, sehingga membuat aus kekuasaanpolisi yang sewenang-wenang di satu tempat setelah tempat lainnya berkat daya tahan dan penyesuaian diri yang ketat terhadap undang-undang. Penganiayaan justru mengalahkan tujuannya sendiri.Penganiayaan tidak akan mampu menghancurkan partai kelaspekerja, atau bahkan membengkokkannya pun tidak mampu.Penganiayaan justru membuat tenaga-tenaga baru senantiasa tertarik untuk bergabung, sehingga akan memperkuat organisasi. Dalamperjuangan mereka melawan para penguasa maupun individu-individu borjuis, para pekerja ini menunjukkan keunggulan moraldan intelektualnya. Terutama dalam konflik mereka dengan paramajikan yang memiliki buruh, mereka benar-benar menunjukkanbahwa mereka, para pekerja, sekarang ini telah merupakan kelasyang terdidik, sementara kaum kapitalis tetap menjadi korbanpenipuan para penguasa. Dalam perjuangan mereka, rasa humornyamenonjol, sehingga menunjukkan betapa yakinnya mereka ini dalammencapai cita-citanya, dan betapa unggulnya perasaan mereka.Dengan demikian, suatu perjuangan yang dilakukan di tanah yangtelah dipersiapkan oleh sejarah pastilah akan mendapatkan hasil-hasil yang besar. Sukses pemilihan dalam bulan Januari 1874 itusangat menonjol, unik dalam sejarah gerakan buruh modern,sehingga ketakjuban yang ditimbulkan oleh mereka di seluruh Eropaini secara sempurna layak untuk mereka terima.Para pekerja Jerman memiliki dua keuntungan penting jikadibandingkan dengan para pekerja lainnya di Eropa. Pertama,mereka merupakan orang-orang yang paling teoritis di Eropa; kedua,mereka tetap mempertahankan bahwa wawasan teori yang disebutorang “terpelajar” di Jerman itu telah hilang sama sekali. Tanpafilsafat Hegel, maka sosialisme ilmiah Jerman (yang merupakansatu-satunya sosialisme ilmiah yang masih ada) mungkin tidak pernah akan ada. Tanpa pengertian teori, sosialisme ilmiah tidak akan pernah menjadi darah dan otot para pekerja. Mungkin yangmerupakan keuntungan sangat besar dapat dilihat, pada satu pihak,dari ketidakacuhan gerakan buruh Inggris terhadap semua teori,yang merupakan salah satu alasan mengapa gerakan itu bergerak begitu lamban meskipun masing-masing organisasi serikat buruhnya [20] sangat bagus; dan di lain pihak, dapat dilihat dari kenakalan dankekacauan yang diciptakan oleh Proudhonisme dalam bentuk aslinya di kalangan orang Prancis dan orang Belgia, dan dalambentuk karikaturnya, seperti yang disajikan oleh Bakunin, dikalangan orang Spanyol dan orang Italia. (Proudhonisme =sosialsime utopi Prancis.)Keuntungan kedua adalah bahwa, secara kronologis atauberdasarkan urutan waktu, orang-orang Jerman merupakan orang-orang terakhir yang muncul dalam gerakan buruh. Demikian pulahalnya dengan sosialisme teoritis Jerman yang tidak akan pernahmelupakan sandarannya pada bahu Saint Simon, Fourier dan Owen,yang, meskipun memiliki gagasan yang fantastis dan merupakanpenganut Utopianisme, namun ketiga tokoh itu masih termasuk tokoh yang paling berarti di sepanjang waktu dan yangkejeniusannya telah mengantisipasi banyak hal, yang ketepatannyasekarang dapat dibuktikan secara ilmiah, sehingga gerakan buruhJerman praktis tidak boleh melupakan bahwa gerakan mereka telahberkembang dengan bersandar pada gerakan buruh di Inggris danPrancis, bahwa gerakan mereka telah menggunakan pengalamanmereka secara buruk, memperoleh pengalaman itu dengan hargayang tinggi, dan bahwa karena alasan ini, maka gerakan itu adadalam kedudukan menghindari kesalahan-kesalahan mereka yangpada jamannya tidak dapat dihindarkan. Tanpa perjuangan politik para pekerja Prancis dan serikat sekerja Inggris yang mendahuluigerakan buruh Jerman, tanpa rangsangan sangat kuat yang diberikanoleh Komune Paris, di manakah kita sekarang ini jadinya?Seharusnyalah dikatakan bahwa berkat sumbangan para pekerjaJerman inilah, maka mereka dapat memanfaatkan situasi merekadengan pemahaman yang langka. Untuk pertama kalinya dalamsejarah gerakan buruh, perjuangan itu dilakukan sedemikian rupasehingga ketiga sisi, baik ekonomi teoritis, politis, maupun praktis(yang berlawanan dengan kaum kapitalis), membentuk satu kesatuanyang harmonis dan terencana dengan baik. Dalam serangan yangmemiliki satu pusat ini, seperti apa adanya, terletak kekuatan dankeperkasaan yang tak terkalahkan dari gerakan di Jerman ini. [21] Berkat adanya situasi di tangan mereka yang menguntungkan ini,berkat keistimewaan Inggris yang merupakan negeri kepulauan, danberkat penindasan yang kejam terhadap gerakan-gerakan di Prancisdi pihak lainnya, maka pada saat sekarang, para pekerja Jermanmembentuk barisan pelopor untuk perjuangan kaum proletar.Tentang berapa lama berbagai peristiwa akan memungkinkanmereka menempati kedudukan terhormat ini tidak dapat diramalkan.Tetapi selama mereka menempati kedudukan ini, marilah kitaberharap bahwa mereka akan melakukan tugasnya dengan cara yangtepat. Ini merupakan tugas khusus dari para pemimpin untuk mendapatkan pemahaman yang senantiasa lebih jelas terhadapmasalah-masalah teoritis, untuk semakin lama semakin mampumembebaskan diri mereka dari pengaruh ungkapan-ungkapantradisional yang diwarisi dari paham dunia lama, dan senantiasamengingat-ingat bahwa sosialisme, yang telah menjadi ilmu,menuntut perlakuan yang sama seperti ilmu-ilmu lainnya —sehingga harus dipelajari. Nantinya, tugas para pemimpin adalahmemberikan pemahaman, yang harus diperoleh dan dijelaskan,kepada massa kaum pekerja, untuk menyebarkannya denganantusiasme yang meningkat, untuk merapatkan barisan di antaraorganisasi-organisasi partai dan serikat-serikat buruh dengan tenagayang senantiasa bertambah besar. Suara yang diberikan kepadakaum sosialis bulan Januari lalu mungkin menunjukkan kekuatanyang sangat besar, meskipun suara itu masih dari mayoritas kelaspekerja di Jerman, namun dapat mendorong suksesnya propagandadi kalangan penduduk pedesaan, sehingga masih banyak lagi yangharus dikerjakan di bidang ini. Tugas itu adalah untuk merebut daritangan musuh, satu kursi demi satu kursi lainnya, satu distrik pemilihan demi satu distrik pemilihan lainnya. Meskipun demikian,pertama-tama, untuk mendapatkan semangat internasional yangnyata, yang tidak memberikan celah pada chauvisme (rasanasionalisme sempit), yang dengan suka cita menyambut setiaplangkah baru dari gerakan kaum proletar, tanpa mempedulikan dinegara mana chauvisme itu dibuat. Apabila para pekerja Jermanmengikuti cara ini, mereka mungkin tidak benar-benar berjalan dibagian depan gerakan ini — karena bukan merupakan kepentingangerakan ini apabila para pekerja di satu negara harus berjalan [22] bagian depan dari semuanya, tetapi mereka akan menduduki tempatyang terhormat di garis pertempuran, dan mereka akan beridiri danmengangkat senjata untuk bertempur ketika peristiwa-peristiwapenting atau percobaan-percobaan serius lainnya yang tak terduga,akan menuntut keberanian yang dipertinggi, dan kemauan untuk bertindak. FREDERICK ENGELS.London,1Juli1874.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar